Rabu, 09 Oktober 2019

Hepatitis C merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada hati, yang menyebabkan terjadinya peradangan. Penyakit ini mudah menular dan ibu hamil merupakan salah satu yang berisiko tinggi mengidap penyakit ini. Jika tak dilakukan penanganan sedari dini, virus hepatitis C bisa turut menginfeksi janin. Berikut bahaya hepatitis C yang patut diwaspadai oleh ibu hamil.

Bahaya Hepatitis C Saat Hamil, Virusnya Berisiko Menginfeksi Janin

1. Berisiko Menular pada Janin yang Sedang Dikandung
Walau risiko penularannya tak setinggi virus hepatitis B, risiko infeksi virus hepatitis C pada janin tak boleh dihiraukan begitu saja. Sekitar 4 persen ibu hamil yang terinfeksi oleh virus hepatitis C akan menularkannya pada janin yang dikandungnya. Semakin parah infeksi yang telah disebabkan oleh virus hepatitis C, maka semakin besar kemungkinan virus tersebut menginfeksi janin yang dikandung.
   
2. Meningkatkan Risiko Janin Lahir dalam Kondisi Prematur
Bahaya hepatitis C yang diidap oleh ibu hamil, berpotensi meningkatkan risiko janin lahir dalam kondisi prematur. Biasanya, kelahiran prematur ini dipicu oleh ketuban yang pecah terlalu dini, lebih awal dibandingkan waktu perkiraan lahirnya. Organ tubuh bayi yang lahir prematur tentu belum sempurna kondisinya, sehingga dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan dan pertumbuhannya.

3. Bayi Terlahir dengan Berat Badan Rendah
Bayi yang terlahir dari ibu yang mengidap hepatitis C, berisiko lahir dengan berat badan rendah Jika berat badan bayi berada di bawah normal, maka gangguan kesehatan akan kerap dialaminya. Beberapa masalah kesehatan yang kerap dialami bayi dengan berat badan rendah seperti apnea dan anemia. Saat dewasa nanti, bayi pun berisiko terkena penyakit berat seperti diabetes dan ginjal.

4. Berisiko Menghambat Pertumbuhan Janin
Janin yang dikandung oleh ibu yang terinfeksi virus hepatitis C, berisiko mengalami Intrauterine Growth Restriction (IUGR). Kondisi ini ditandai dengan perkembangan janin yang tak sempurna di dalam rahim. Akibatnya, ukuran dan berat janin tidak sesuai dengan perkembangan normal sesuai usia kehamilan. Salah satu efek dari kondisi ini adalah kadar gula darah bayi menjadi rendah.

5. Meningkatkan Risiko Terjadinya Diabetes Kehamilan
Ibu hamil yang terinfeksi oleh virus hepatitis C, berisiko menderita diabetes saat kehamilannya. Berbeda dengan diabetes pada umumnya, diabetes kehamilan atau gestational diabetes, hanya menyebabkan kadar gula darah meningkat saat kehamilan saja. Kondisi ini akan pulih setelah melahirkan. Umumnya, diabetes kehamilan ini terjadi pada trimester kedua dan trimester ketiga kehamilan.

Itulah tadi ulasan singkat mengenai bahaya hepatitis C saat tengah hamil. Selain berbahaya bagi ibu, virus ini juga berefek buruk pada janin, bahkan bisa menular langsung kepadanya. Baiknya, lakukan uji hepatitis C di awal kehamilan, agar kemungkinan buruk dari penyakit ini, sebisa mungkin dihindari. Dengan begini, Anda bisa melewati kehamilan dengan lebih tenang dan nyaman.

Blog Archive